Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

Ngaji dan Selera

Mak dheg! Saya trataban betul ketika mbah Rebo yang notabene merupakan salah satu imam permanen di masjidku tiba-tiba melontarkan pertanyaan super berat macam begini: ‘mas dosen, jan-jannya, yang namanya wahabi itu apa to?’ Saat itu kami berempat selonjoran di teras masjid menunggu gerimis reda. Di situ ada juga mbah Ngalim yang juga berstatus imam permanen, pak Hadi yang kadang menjadi imam cadangan, serta saya yang imam pocokan alias imam tembak. Jadi ini forum para imam, meskipun levelnya berbeda wehehehehehe Yang membuat berat itu adalah kata ‘jan-jannya’ itu. Menurut ki Sindung, yang guru pilsafat itu, pertanyaan semacam itu bersifat substantif, jawabannya tidak boleh miyar miyur, harus menunjuk pada sesuatu yang mendasar. Kapokmu kapan?! Ini jelas menjadi beban tersendiri bagiku yang meskipun dosen Gadjah Mada, tetap masih cap kambing. Lha tidak menjadi beban gimana, di satu sisi mbah Rebo itu sering menganggap saya waskitha je, lha kalo jawabanku mengecewakan kan ya gimana. ...