20 Milyar
‘Woooo, ra kalap tenan ki…’ suara mbah Rebo terdengar melengking membelah ketenangan malam yang gerimis. Saat itu, saya pas mau mengetuk rumah pak Sapam, yang tadi malam jadi pos ronda, ‘…ha kuwi niyate bekerja apa mat-matan, nunut ngesis?....’ nadanya kesal betul. Apalagi kalau bukan mengomentari berita malam di tipi. ‘napa je mbah?’ tanya saya sambil menjedhul ke dalam. ‘ weh, mas dosen…. niku loh mas, yang namanya DPR itu kok ya semakin ndadra… mangkin kebangeten bolehnya mengabul-abul duit… mosok tuku kursi we sampai 20 milyar’ jawabnya sambil klincutan. ‘ ya tidak to mbah, 20 milyar itu untuk dandan-dandan… renovasi ruangan rapat… bukan kursi saja,’ terang saya. ‘betul itu mbah, kursinya itu hanya 24 juta kok….’ Sambung mas Yudi Linggismaut ‘…hanya 24 juta?? Kamu bilang hanya?’ sergah mbah Rebo cepat,’… apa gak ada yang lebih mahal?’ ‘ya mbokmenawa saja, kalau kursi lama itu sudah tidak kondusip untuk diduduki dan dipakai berpikir tentang negara,’ jawab mas Yudi ...