Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2017

Rindu yang Islami

Sore itu saya sedang thenger-thenger , habis di upyek-upyek oleh sang propesor tentang konstruksi teoritis yang masih ngambang. Lha ya piye to, selama hidup itu saya kenal konsep ruang dan waktu hanya dua sisi: di sini dan di sana (bisa dekat bisa jauh); sekarang dan lain waktu (bisa kemarin bisa besok). Lha kok ini saya disuruh mikir ruangan interstitial, ning kana lan sekaligus neng kene, sekaligus ora neng kana ya ora neng kene. Piye ha ra ? ! Apa tidak sampai kemut-kemut mumetnya?! Saya membayangkan tentang ngelmu semacam Kakang Pembarep Adhi Wuragil yang dimiliki Agung Sedayu dalam novel SH Mintarja itu. Orang bisa memecah diri jadi tiga. Lalu yang satu pergi ke masa lalu, satu tetap di sini, satu disuruh pergi ke masa depan. Gitu kali ya?! Di luar titik-titik air hujan mengetuk-ngetuk jendela secara ritmis, menciptakan kesyahduan sekaligus kekawatiran. Syahdu karena gerimis itu katanya mengundang macam-macam, termasuk kegalauan, keromantisan, kerinduan, pokoknya yang bikin...