Post Truth
Saya itu sering kacipuhan, repot campur bingung, ketika berhadapan pertanyaan-pertanyaan tidak terduga. Contohnya gini, kan pas saya lagi duduk-duduk santai di teras, tiba-tiba saja mak sret lik Gambleh langsung ngerem sepeda motornya dan tanpa ba bi bu langsung duduk dan nanya gini
‘mas dosen, yang namanya pos crut itu apa to?’ tanyanya dengan wajah seriyes.
‘pos crut? Apa to itu?’ tanyaku balik.
‘Whiayak, jangan pura-pura gitu to. Masa piyayi Gadjah Modo yang sudah kawentar winasis dan harusnya tahu sakdurunge winarah kok bisa gak tahu?! Dosen kok kudet,’ sergahnya.
‘Hei, jangan bawa-bawa Gadjah Modo lah. Saya kan tidak tahu itu urusannya dengan apa. Lha rumangsanya dosen Gadjah Modo itu harus tahu semuanya po piye?!’ jawab saya kemropok, jengkel tenan saya. Lha nadanya itu kan kayak ngece dan meragukan kapabilitasku.
‘hehehe sabar to mas dosen. Ha ya pada siapa coba kami ini mau nanya kalau gak pada intelektuil kayak njenengan itu,’ katanya sambal njegigis. Nadanya mulai menurun, agaknya ia tahu saya kemropok.
‘apa je itu tadi? pos crut itu tadi hubungannya dengan apa?’ saya masih penasaran
‘halah, itu di tipi ada, di berita onlen juga sering disebut kok….’ Katanya
‘…hubungannya dengan??’ potongku cepat
‘yo gak tahu, …yang jelas itu diomongke banyak pas sekitar pemilu kemarin, bareng dengan howaks, dan lain-lain itu’ katanya, sambil nadanya tidak seyakin tadi.
‘owalaaaah…. Hahahahahahaha....’ kontan saya ngakak pol, sampai batuk-batuk. Lik Gambleh gantian kini yang bingung.
‘Pos crut…. Hahahahaha’ saya masih terbahak.
‘emangnya apa yang salah….’ gumam lik Gambleh bingung.
Setelah berhenti beberapa saat,...
‘itu post truth!! bukan pos crut… hehehe…pakai tsak berhentinya…. Tsak.. nek hurup arab itu lho,… alip, bak, tsak… jadinya Post Truth… thheh…. Rada ngeses mburine,’ kataku bersemangat. Lik Gambleh masih ndomblong. Wajahnya kelihatan kalau gak dhong.
‘lha nggih, manut pun.... pokoknya itu apa artinya?’ katanya lugu
‘Itu tentang kasunyatan lik, jaman sekarang itu yang namanya kasunyatan itu dapat dibuat dan dibentuk… kasunyatan itu tergantung sapa sing ngomong duluan dan suarane, kalau pakai media ya yang sering diberitakan di media, termasuk yang sampean baca itu. Semangkin banyak yang ngomong, ngedum atau membagi, viral …..ngertos to nek viral itu yang gimana?’ saya berhenti sebentar. Dia hanya mengangguk ragu.
‘… sebuah kabar yang menyebar luas itu akan dianggap kebenaran meskipun itu tidak selalu sesuai dengan nyatane seperti apa. Jadi nek ada orang ngomong nyatane, ...meski itu tenanan, malah dianggap berbohong, howaks!! Itu terjadi karena sebagian besar kesadaran orang itu sudah terlanjur terbentuk bahwa yang banyak dan sering didengar dilihat itu yang benar…’ tandasku
‘Lah, berarti ……’ kata lik Gambleh, wajahnya nyureng. Sebelum meneruskan kupotong,
‘Wis, ra sah teruskeeeeee… ngko salah-salah ditangkep, dikunjara, ra sida riyayan…..’ potongku cepat.
‘Lha ya itu loh mas dosen, saya itu juga gela, kecewa. Ha mbok sudah, …. nunggu hasilnya kayak apa, gak usah pamer menang, menang, menang… deklarasi… lha wong etungane wae belum selesai lho. Kayak gitu itu kan ya bikin rame,… kan ya mesti memancing respons lawan pulitik…’ katanya serius.
‘lha ya sapa to sing pengin kalah gertak…’ pungkasnya.
‘ha njuk menurut sampean sing pos crut siapa lik?’ tanyaku berusaha menurukan tensi
‘hehehehe ngece nek ini.... ha nggih sing nika…’ jawabnya sambal tersenyum
‘yang banyak corongnya apa yang sedikit corongnya?’ kejarku
‘Whaiyak… mancing ya… wehehehehehe…. Sudah ah, ngko ndak gak jadi riyayan,’ katanya sambil beranjak.
‘Tetapi sampean itu tadi makar lho lik…’ kataku sambil berdiri juga.
‘Weit….’ dia pun berhenti ngeslah, berusaha nyetater motornya,’ kok bisa…’
‘makar... itu kan bisa berarti sok pakar atau melakukan pekerjaan pakar’ kataku sambil tertawa
‘Isa wae njenengan mas, tiwas dheg-dhegan’ katanya sambil tertawa.
Sejenak kemudian motor butut itupun berlalu, meninggalkan asap dari knalpotnya yang sudah sember.
Hwar… hwar….Hwarmakarmakarmakarmakarmakar….
Njarsari, 19 Mei 2019
Komentar
Posting Komentar