Ikhlas

Orang kaya itu enak. Ibaratnya madep ngalor sugih, madhep ngidul sugih. Segala yang dimaui mudah dicapai. Termasuk dalam urusan ibadah, meskipun hitung-hitungan akhirnya tetap pada ridhonya Gusti Alloh, secara matematis orang kaya itu memiliki potensi untuk mendapatkan tiket surga lebih besar daripada orang kebanyakan. Mohon ini jangan dibantah dulu bahwa ibadah itu bukan matematika. Saya baru sadari itu ketika rerasan di teras masjid kampung kami, saat selesai rapat panitia renovasi masjid. Agenda kami malam itu mencoba mengidentifikasi donatur potensial yang ada di kampung kami.

‘Kaji Ngaripin dah masuk belum tuh?’ mbah Rebo usul
‘weh, nek kae ki  meskipun Haji gak bisa dijagakke kok..’ gumam lik Gambleh
‘betul, ha wong kita kerja bakti bikin konblok di depan rumahnya aja gak nyumbang blas je,’ pakdhe Arjo meneruskan. Beliau ini menteri pekerjaan umum kampung kami.
‘ya didaftar saja dulu, perkara ngasih tidaknya kan nanti…’ sahut mas Suyat, bendaharawan andalan kampung kami. Saking dipercayanya (dan tentu saja saking beresnya, beliau ini nyaris menjadi bendahara di semua kumpulan di kampung, mulai RT, RW, Pemuda, hingga panitia temporer macam sekarang ini).

‘…sementara sudah ada 46 nama ini pak, termasuk yang sudah amprah pas pengajian kemarin,’ kata mas Suyat sambil menoleh ke saya.
‘Alhamdulillah, semoga ini semua menjadi amal ibadah kita semua,’ jawab saya
‘Nggih pak, kesempatan kita masuk surga itu kan hanya lewat cara yang kecil-kecil gini ini,’ pakdhe Arjo menyahut,’…gak bisa kita nututi orang-orang kaya, haji haji itu…’
‘ha kok pakai nututi (mengejar) itu, balapan apa?’ lik Gambleh mulai cengengesan
‘coba bayangin to… pahala haji itu kan besar sekali …. sholat sekali saja di masjidil harom itu nilai pahalanya ratusan ribu kali daripada sholat di tempat lain… itu baru sekali, lha kalo pas haji itu sebulan saja di sana, pahala sholat wajib saja berapa juta kali itu…?’ pakdhe Redi masih bersemangat
‘wah iya ya, …. berarti ha mbok kita itu sholat nganti ngapal bathuknya, atau berlubang keramiknya gak bakalan bisa menyamai itu. Apes betul kita ini kalau begitu?!’ mbah Rebo tiba-tiba pesimistis, menyesali nasib.

‘kalau begitu isinya surga itu nanti semuanya orang kaya ya pak?’ tanya lik Gambleh pada ustadz Ucup.
‘Betul  pak, semua yang masuk surga itu pasti orang kaya,’ jawab ustadz Ucup mantab. Kami semua terperanjat dan sungguh tidak mengharapkan jawaban itu. Ustadz Ucup pun tanggap.
‘…tidak ada orang miskin di surga, karena di surga itu semua orang memiliki kekayaan yang setara dengan semua perhiasan yang ada di langit dan di bumi, nha… yang penting kita pikirkan itu adalah bagaimana caranya masuk surga kan? Caranya kan macem-macem pak…dan itu sesuai dengan kemampuannya masing-masing…  sama-sama nyumbang masjid 1 juta, bagi orang yang penghasilannya per bulan 2 juta dengan yang 10 juta kan ya lain nilainya… meskipun sama ikhlasnya. Keikhlasan inilah yang bernilai tinggi di sisi Alloh’ tuntas ustadz Ucup.

Nyesss, hati kami pun terasa dingin. Semua terlihat optimis, meskipun semua sepertinya menjadi sibuk menghitung proporsi sumbangan dibanding penghasilan, dan tentu saja keikhlasan. Maklum, bulan depan adalah musim daftar ulang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

20 Milyar

40 juta

KATE