KATE

Begitu banyaknya persoalan yang mencuat akhir-akhir ini membuat forum ronda malam sabtu kami kali ini tidak fokus sama sekali, meski tingkat kehadiran anggota terhitung komplit. Mas Yudi Linggismaut, pak Tom, dan lik Gambleh yang memang pandemen sepakbola lebih suka membahas kisruh PSSI dan Arsenal versus Manchester United. Mbah Rebo, ustadz Ucup, dan pak Dadi membahas NII di sudut lain. Sapam Slamet dan pak Sar sibuk dengan perunggasan. Maklum propesi sampingan mas Sapam adalah blantik unggas, mulai burung oceh-ocehan sampai jago bangkok. Saya, pak Karun, dan mas Toro yang non-partisan alias hanya fanatik pada TV (artinya apapun yang ada di TV kami lihat, meski remotenya dipegang orang lain). Golongan terakhir ini fokusnya hanya menahan diri dari kantuk semata!

Sampai jam 00.30, semua masih sibuk dengan agenda plenonya masing-masing. Pas pada jam setengah satu itu, entah karena kehabisan bahan omongan atau apa, kok tiba-tiba saja semua diam.
‘weh, nek namanya priyayi itu kok dimana-mana sama’ seru mbah Rebo di sudut yang agak jauh dari tipi. Matanya menatap tajam ke TV yang menayangkan ulang pernikahan kerajaan Inggris.
‘masih kelihatan po kang?’ tanya pak Sar
‘mbah Rebo ki nek urusan yang meling-meling (berkilau: red) jelas weruh nooo…’ tembak lik Gambleh.
‘sami mawon apanya je mbah?’tanya saya
‘ha niku… mantune ratu Enggres… jian priyayi betul, kok bolehnya gandhes dan luwes solahnya… pantes betul nek jadi istri ratu!’ lanjut mbah Rebo
‘loh mbah, dia itu bukan keturunan priyayi loh… dia itu anak orang biasa…’ pak Tom mencoba klarifikasi
‘ya sama saja… kalau sudah dikersakne pengeran dari keraton itu otomatis jadi priyayi dia itu’ mbah Rebo ngeyel.  Lantas dia menengok ke saya,’…yang kurang pas itu namanya?’
‘nggak pas gimana mbah?’ tanya saya tidak dhong.
‘kok ya KATE itu loh?! Ratu Enggres kok KATE....’ lanjut mbah Rebo. Lik Gambleh tertawa keras sekali.
‘iya ya mbah, kalau di sini Kate itu kan artinya ayam kecil yang pendek, kecil, jelek, dan kemlinthi…’ sahut lik Gambleh sambil tetap tertawa.
‘… ha ya kaya kang Rebo itu… ‘ sambut pak Sar
‘ho oh, ngeyelan lagi…’ sambung mas Sapam. Semua terbahak. Mbah Rebo hanya bisa tertawa masam, jadi sasaran tembak.
Malam itu pun jadi gayeng dengan canda. Mbah Rebo pun harus rela mendapatkan gelar pangeran Waliyem.
 Terima Kasih Kate Middleton dan Pangeran William. Anda sudah menyumbangkan kegembiraan juga di pos ronda kami. Semoga rumah tangga anda barokah sampai kaken-kaken ninen ninen.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

20 Milyar

40 juta